Ulat…

Masih ingat dgn serangan ulat bulu di Probolinggo???

Ternyata, menurut hasil penelitian Balitbang Pertanian menunjukkan bahwa ‘meledaknya’ jumlah ulat bulu ini disebabkan oleh perubahan ekosistem. Ini didukung oleh penelitian LIPI dan IPB.

Perubahan ekosistem yang dimaksud adalah hilangnya faktor keseimbangan alami untuk sementara waktu. Setiap komponen di alam saling berkait dan membentuk keseimbangan. Namun pada perubahan ekosistem ini terdapat komponen yang hilang sehingga keseimbangan alam terganggu.

Pada kasus ulat bulu ini, terdapat dua faktor yang terganggu, yaitu berkurangnya pemangsa dan berubahnya suhu dan kelembapan udara. Pemangsa alami ulat seperti burung, kelelawar, dll berkurang sehingga populasi ulat meningkat. Ditambah lagi suhu yang cukup hangat dan lembab membuat perkembangan populasi ulat semakin cepat.

Tapi, sebenarnya kita tidak perlu khawatir sebab ulat bulu tidak membahayakan. Selain itu juga tidak menyerang bahan pangan, dan tidak membuat pohon inangnya mati. Jadi sebetulnya wabah ulat ini tidak berbahaya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s