Nulis Lagi…

Setelah 5 bulan tidak nulis di blog ini, akhirnya kami disuruh lgi untuk mengisinya…

Pertama, sya cerita kegiatan hari ini….

Tadi pagi, kami langsung 2 kali ulangan, yaitu matematika dan bahasa jepang. Kemudian, sya presentasi biologi mengenai pernafasan manusia. Klo mau bahan presentasinya buat belajar, bisa diunduh di link di sini.

Kemudian, untuk tugas dari guru fisika kami, yang meminta kami utk menulis hal-hal menarik yang pernah diucapkan oleh guru tsb di sekolah. Mungkin teman yang lain menuliskan mengenai perampokan bank, jarum suntik yang disterilkan untuk menyuntik mati penjahat, atau teka-teki kata dari seafood, dll. Namun, pernyataan beliau yang paling menarik, menurut saya adalah:

“Kita jangan sedikit-sedikit bilang ‘kita serahkan saja pada Tuhan yang kuasa’. Bayangkan saja jika seluruh orang di dunia menyerahkan masalahnya pada Tuhan, tentu Tuhan akan pusing dan kesal karena banyaknya manusia yang menyerahkan masalahnya pada Tuhan.”

Mungkin direksinya berbeda dengan yang diucapkan bapak di sekolah, namun maknanya sama seperti di atas.

Saya tidak sependapat dengan pernyataan tersebut, sebab Tuhan tidak bisa disamakan dengan manusia yang bisa pusing dan kesal jika mendapat banyak masalah. Tuhan tidak akan pernah pusing karena ciptaan-Nya menyerahkan masalahnya dan memohon bantuan kepada-Nya. Tuhan maha kuasa dan mampu melakukan apa saja yang dikehendakinya. Jika dia berkehendak, maka terjadilah.

Selain itu, sudah sewajarnya manusia meminta tolong kepada Tuhan, sebab manusia adalah makhluk yang lemah dan tidak bisa melakukan apa pun seandainya Tuhan tidak mengizinkan. Sungguh sombong orang yang merasa mampu memecahkan masalahnya tanpa memohon bantuan Tuhan. Apalah yang bisa dilakukan manusia, seandainya Tuhan tidak merestui. Namun, manusia tetap harus berusaha sebelum memohon bantuan kepada Tuhan. Jadi, berdoa dan berusaha dilakukan beriringan.

Saya paham bahwa Bapak Guru mengucapkan pernyataan di atas, semata-mata untuk mengingatkan kami untuk tidak langsung pasrah dalam menghadapi masalah, namun kita harus berusaha dulu untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, alangkah baiknya jika Bapak menggunakan ungkapan yang lain, sebab pernyataan di atas cenderung seperti meremehkan Tuhan.

Jadi itu dulu untuk saat ini, dan maaf klo ada yang menyinggung perasaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s