Fisika

Setelah membaca cerita guru saya pada postingan terakhirnya, saya menjadi teringat dengan kondisi kami pada kelas X. Nasib saya kurang lebih dengan si Tangga0125. Setiap akan menghadapi pelajaran fisika, saya pasti akan merasa gugup, nervous, kesal, dendam, dan lainnya. Ini dikarenakan betapa banyaknya tugas yang diberikan, baik yang berupa LKS, presentasi, ataupun postingan blog.

Namun semua emosi negatif tadi lama-kelamaan menghilang. Walaupun tugas-tugas itu memang sangat menyusahkan, merepotkan, dan menyebalkan, namun semua tugas itu terbukti memiliki manfaat yang besar. Lihat daftarnya di bawah:

  • Pada awal-awal masuk pelajaran kelas X, kami mendapat tugas membuat makalah mengenai pelajaran-pelajaran kelas X. Dari pembuatan makalah itulah, kami memahami bagaimana cara membuat makalah dengan format yang benar, serta hemat kertas.
  • Setelah membuat makalah, kami dititahkan untuk membuat presentasi powerpoint dari makalah yang telah kami buat tadi. Perlu diketahui, bahwa sebelum ada tugas ini, sebagian besar siswa di kelas saya tidak bisa membuat presentasi, bahkan ada yang tidak tahu apa itu Powerpoint. Dari tugas inilah mereka belajar menggunakan Powerpoint.
  • Memasuki semester 2, semua tugas pembuatan makalah dan presentasi dihentikan. Tapi sebagai gantinya, muncul suatu tugas yang bernama bibliografi. Tugas ini memaksa kami untuk mencari buku-buku yang membahas pelajaran-pelajaran di semester 2 dari perpustakaan daerah, ataupun dari sumber lainnya. Dari tugas ini kami tahu cara pembuatan bibliografi yang akan sangat penting dalam perkuliahan kelak. Selain itu, tugas ini membuat kami tidak lagi mencari bahan pelajaran secara instan melalui internet, namun kami dididik untuk menggalinya dengan susah payah dari buku-buku di perpustakaan, sehingga pelajaran itu melekat lebih kuat di ingatan kami.
  • Sepeninggalnya bibliografi, muncullah LKS. Tidak masalah kalau LKS itu cuma satu atau dua per bab. Tapi kenyataannya, LKS yang kami dapat itu sebanyak 3 buah LKS per satu pertemuan. Ditambah lagi satu LKS mempunyai puluhan bahkan ratusan soal. Dan LKS itu harus diisi, serta dapat ditunjukkan dan dikumpulkan kepada guru. Tapi dari kesusahan yang ditimulkan si LKS, kami menjadi terbiasa dalam menghadapi soal-soal yang serupa, sehingga nilai pelajaran fisika di kelas saya relatif lebih tinggi jika dibandingkan pelajaran MIPA yang lain.

  • Namun manfaat yang paling utama yang saya rasakan adalah sekarang saya tidak mudah stress dalam menghadapi tugas yang bertumpuk. Tugas-tugas di atas membuat mental terlatih dan terbiasa dalam menerima tekanan tugas.

Jadi, walaupun tugas yang saya terima banyak dan menyebalkan, namun semua tugas itu memiliki manfaat. Selain itu, Pak Rudy tidak seganas yang digosipkan kok. Beliau tidak pernah mempermasalahkan betul-salahnya tugas-tugas yang ada di atas. Jadi, asalkan kita setia mengerjakan tugas yang diberikan, maka tidak ada masalah.

One thought on “Fisika

  1. tetap semangat de, apa yg di berikan pak rudy nantinya kita terbiasa dengan stumpuk tugas2. jad ga kaget kalow kulaih nanti..yg pasti kemadirian kita….tak hanya mengandalkan guru kita.
    mampir kapan2 di blog sy…sy punya minat yg sama
    salam kenal….
    semanga!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s