Kebermaknaan Listrik dalam Kehidupan

Pada hari Minggu yang lalu, tanggal 18 April 2010, wilayah saya mengalami pemadaman listrik, mulai jam 17.00 sampai 21.00.

Sialnya, genset saya tidak mau diaktifkan, dengan alasan aki habis. . .

Akhirnya, saya menghabiskan malam dalam kegelapan. . .

Karena listrik mati, maka AC tidak bisa dinyalakan, padahal suhu saat itu sangat panas, sehingga saya menjadi kegerahan dan tidak nyaman. Hal ini menyebabkan emosi saya menjadi tidak stabil. Akhirnya, cuma gara-gara ditegur oleh kakak saya, saya menjadi emosi dan hampir saja bertengkar.

Belum lagi, para nyamuk yang sangat mengganggu. Menggigit sesuka hati, menghisap darah disana-sini. Akhirnya tidur pun terganggu dan tidak dapat beristirahat.

Namun, begitu jam sudah menunjukkan pukul 21.00 lewat beberapa menit semua masalah tersebut hilang. Listrik sudah menyala, AC bisa dinyalakan, dan obat nyamuk bisa digunakan.

Dari pengalaman itulah, saya mendapatkan betapa pentingnya listrik dalam hidup.

Saya yang pelajar biasa saja merasa terganggu dengan padamnya listrik, lalu betapa terganggunya para mahasiswa yang sedang menulis skripsi akhir, dengan deadline esok pagi. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s